Cara Merawat Battery
Petujuk
Rechargeable:
PENDAHULUAN:
Rechargeable Battery (NiCd, NiMH, LiIon)
mempunyai sifat Memory Effect.
Memory Effect yaitu sifat battery yang
“mengingat” kondisi terakhir di-charge
sebagai kondisi minimum baru-nya. Jadi
misalnya sebuah battery dengan kapasitas 1000
mAH telah di isi penuh, kemudian dipakai
sampai muatannya misalnya tinggal 50 mAH, di
pesawat (Ponsel atau HT) telah mengindikasikan
Battery Low. Bila langsung di-charge ulang,
maka akan terjadi memory effect yaitu kondisi
50 mAH ini menjadi kondisi minimum (sebagai
titik 0 mAH baru) battery tersebut, jadi
battery hanya bisa diisi sebanyak 950 mAH.
Bila pesawat dipakai lagi sampai sisa 50 mAH
lagi lalu di charge lagi maka titik yang
seharusnya 100 mAH menjadi titik 0 mAH baru
battery tersebut, jadi kapasitas pengisian
hanya bisa sampai 900 mAH.
Begitu seterusnya, lama-lama kapasitas
battery menjadi sedikit sekali sehingga
kadang-kadang sekali pemakian pesawat
langsung Battery Low.
ILUSTRASI:
Anggap kita punya drum yang kita isi CAIRAN
FIKTIF yang permukaannya bisa mengeras bila
ditekan dari atas secara mendadak. Sementara
untuk mengeluarkan cairan hanya bisa dari
atas.
Mula-mula kita bisa isi drum 100 liter cairan,
waktu kita keluarkan tidak sampai habis, sisa
5 liter,
Kemudian kita isi lagi dengan menuang dari
atas, karena mengalami tekanan mendadak
terjadilah pengerasan pada permukaan yang 5
liter tadi, akibatnya cairan yang effektif
bermanfaat untuk di keluarkan tinggal 95
liter..begitu seterusnya. Karena berulang-
ulang terjadi pengerasan permukaan cairan
setiap pengisian, lama-lama cairan yang bisa
di isi tinggal sedikit.
PENYEBAB SEBENARNYA BATTREY
HANDPHONE SERING RUSAK:
Pada waktu pengisian battery terjadi
arus masuk (arus forward) sedangkan
pada waktu pemakaian terjadi arus
keluar (reverse).
Bila battery masih kosong dan arus
forward diberikan, apa yang terjadi di
dalam battery adalah reaksi kimia dari
molekul-molekul battery, untuk
menyederhanakan sebut saja dari zat A
(kosong) menjadi zat B (bermuatan).
[Disederhanakan karena tiap jenis
battery mengalami reaksi kimia yang
berbeda sehingga sulit diterangkan satu
persatu, yang penting kita tahu
prinsipnya].
Pada waktu pemakian/pengosongan ada
arus reverse, yang terjadi adalah
proses kimia dari zat B menjadi zat A
kembali.
Bila pemakaian tidak benar-benar
sampai habis, apa yang terjadi adalah
masih tersisanya molekul-molekul zat B
dalam battery tersebut.
Apa yang terjadi pada molekul zat B bila
diberikan arus forward lagi? Dia akan
membentuk zat yang bersifat isolasi
sehingga “tahanan dalam” cel naik,
molekul ini kita sebut sebagai zat C.
Zat C ini bersifat isolatif jadi sukar
terpengaruh bila ada arus forward atau
reverse yang biasa (kecil), akibat nya
lama kelamaan jumlah molekul zat A
atau B menurun karena telah berubah
menjadi zat C ini.
Lama-lama cel battery menjadi isolator
jadi seolah-olah putus. [Pada jenis
battery Lithium Ion diyakini zat C yang
berisfat isolasi ini tidak terbentuk,
padahal sebenarnya terbentuk juga hanya
jumlahnya lebih sedikit dari jenis
battery yang lain, sehingga pengaruh
buruknya lebih lama].
Kenapa Battery-baru waktu chargingnya
lama, battery jelek chargingnya cepat
tapi cepat habis kalau dipakai?
Charger sekarang biasanya sudah dibuat
otomatis, bila sudah “Penuh” charging
berhenti sendiri.
Kondisi Penuh ini dipantau melalui arus
yang mengalir, bila battery masih
kosong, arus yang mengalir cukup besar,
bila dia sudah penuh arusnya mengecil.
Charger mendeteksi bila arusnya cukup
kecil dia memutus hubungan ke Battery,
dianggap sudah penuh. Ini demi keamanan
battery itu sendiri karena kalau terlalu
lama di-charge gejalanya menjadi
seperti diatas pula, yaitu bila semua
molekul telah berubah menjadi zat B tapi
masih di charge, akibatnya akan
terbentuk zat C pula.
Bila telah terbentuk banyak zat C dalam
battery akibatnya sifat konduksi menjadi
turun karena sifat zat C adalah isolasi,
dengan lain perkataan “tahanan
dalam” dari battery tersebut menjadi
tinggi (battery bagus tahanan dalamnya
kecil, idealnya = 0 Ohm). Akibatnya bila
di hubungkan ke charger arus yang
mengalir kecil, nah inilah yang menipu
charger, disangka sudah penuh maka dia
buru-buru berhenti charge. Disamping
itu jumlah zat A yang dirubah menjadi
zat B pun memang sudah tinggal sedikit.
Karena muatan yang tersimpan sedikit,
bila digunakan pasti cepat habis.
KIAT MERAWAT BATTERY:
Setelah memahami karakteristik battery
charger di atas maka cara merawat
Battery di bawah akan mudah dipahami
mengapa harus begitu.
1. Pada saat battery baru, biasanya dia
sudah mengandung muatan sedikit
sehingga bisa dipakai untuk menyalakan
pesawat walau sebentar. Jangan
langsung di charge!, tapi kosongkan
dahulu dengan jalan menggunakan
pesawat lalu dilanjutkan menggunakan R
(esistor): 5 Ohm/5W atau gunakan lampu
rem mobil 25 W/12 V. Hubungkan ke dua
kaki R pada ke dua kutub battery yang
biasanya terhubung ke beban Ponsel/HT,
jadi battery harus dilepaskan dari
pesawat, bila dilihat ada 4 kutub, maka
kutub-kutub yang di pinggir itulah yang
dimaksud. Tujuannya agar semua molekul
menjadi kosong muatannya. Lamanya
waktu pengosongan relatif, tapi sebagai
indikasinya biasanya R nya yang mula-
mula panas lama kelamaan menjadi
dingin. Baru setelah itu battery boleh di
charge sampai penuh. (Nilai 5 Ohm ini
cocok buat battery Ponsel/HT yang
besarnya berkisar 3.6 V – 9.6 V. Bila
tegangan battery lebih besar dari ini,
nilai R nya bisa ditambahkan sedikit agar
tidak terlampau panas.
2. Selalu bila battery dipakai pesawat
telah mencapai indikasi battery-low,
lepaskan dari perangkat, lakukan
pengosongan seperti butir no. 1 di atas,
baru boleh di charge. Yang penting
prinsipnya jangan mengisi battery kalau
tidak benar-benar kosong dulu.
3. Jangan menggunakan/menyalakan
pesawat sambil di charge batterynya,
karena akan terjadi arus forward dan
reverse bergantian pada battery yang
tidak kosong, sehingga mudah terjadi
memory effect. Selain itu bila pesawat
nyala/dipakai arus yang ditarik dari
charger cukup besar sehingga charger
menduga battery belum penuh, akibatnya
charger terus-menerus on walaupun
sebenarnya battery-nya sudah penuh,
akibatnya akan merusak battery
tersebut.
4. Untuk charger yang tidak otomatis,
misalnya charger battery satuan (@ 1,2
V) kita harus perhatikan peraturan
waktu charging battery sesuai dengan
kapasitas battery dan chargernya.
Misalnya kapasitas battery 1500 mAH
sedangkan arus charging-nya 100 mA,
maka perlu (1500:100) = 15 jam lebih
sedikit. Terlampau lama mininggalkan
battery pada chargernya akan
menimbulkan memory effect.
5. Jangan mengosongkan battery dengan
cara menghubung singkat, karena arus
besar sekali yang mengalir dalam
battery bisa mengakibatkan ledakan, api
dan putusnya jalur di dalam battery,
apalagi kalau muatan battery sedang
penuh. Kalau muatan battery hampir
kosong di tandai dengan beban R yang
telah dingin, ke dua kutub battery boleh
bahkan di anjurkan untuk di hubung
singkat, karena lebih membersihkan
muatan yang tersisa.
Bila kita rajin mengikuti petunjuk
tersebut di atas, sampai 3 - 4 th.
Battery akan tetap prima, lumayan buat
menghemat devisa dan mengurangi
stress akibat jengkel karena battery
cepat habis.
Bila pemakaian pesawat tidak boleh
terputus maka diperlukan battery
cadangan selama proses di atas.
bagus gan, semoga tuhan memberikan pencerahan untuk anda karena telah posting sesuatu yang bermanfaat dan mudah untuk d fahami, terimaksih
bagus gan, semoga tuhan memberikan pencerahan untuk anda karena telah posting sesuatu yang bermanfaat dan mudah untuk d fahami, terimaksih